Senin, 23 Februari 2015

sifat dasar manusia

Manusia itu memiliki sifat dasar yaitu:
1.      Bodoh
2.      Lemah
3.      Senang dengan dunia
4.      Kikir
5.      Tergesa-gesa
6.      Keluh kesah
7.      Melawan / ngeyel
Semua itu ternyata sudah tertulis dalam Al-qur’an :
1.      Bodoh
Dalam QS. Al-Ahzab ayat 72 :
$¯RÎ) $oYôÊttã sptR$tBF{$# n?tã ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ÉA$t6Éfø9$#ur šú÷üt/r'sù br& $pks]ù=ÏJøts z`ø)xÿô©r&ur $pk÷]ÏB $ygn=uHxqur ß`»|¡RM}$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. $YBqè=sß Zwqßgy_ ÇÐËÈ  
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh,

2.      Lemah
Dalam QS. An-Nisa’ ayat 28 :
߃̍ムª!$# br& y#Ïeÿsƒä öNä3Ytã 4 t,Î=äzur ß`»|¡RM}$# $ZÿÏè|Ê ÇËÑÈ  
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.
Dan juga dalam QS. Al-Haj ayat 73:
$ygƒr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# z>ÎŽàÑ ×@sWtB (#qãèÏJtGó$$sù ÿ¼ã&s! 4 žcÎ) šúïÏ%©!$# šcqããôs? `ÏB Èbrߊ «!$# `s9 (#qà)è=øƒs $\/$t/èŒ Èqs9ur (#qãèyJtGô_$# ¼çms9 ( bÎ)ur ãNåkö:è=ó¡o Ü>$t/%!$# $\«øx© žw çnräÉ)ZtFó¡o çm÷YÏB 4 y#ãè|Ê Ü=Ï9$©Ü9$# Ü>qè=ôÜyJø9$#ur ÇÐÌÈ  
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, Tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan Amat lemah (pulalah) yang disembah.
3.      Senang dengan dunia
Dalam QS. Al-Qiyamah ayat 20 :
žxx. ö@t/ tbq7ÏtéB s's#Å_$yèø9$# ÇËÉÈ  
sekali-kali janganlah demikian. sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,
dan juga dalam QS. Al-Adiyat ayat 8 :
¼çm¯RÎ)ur Éb=ßsÏ9 ÎŽösƒø:$# îƒÏt±s9 ÇÑÈ  
dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.
4.      Kikir
Dalam QS. Ali-Imron ayat 180
Ÿwur ¨ûtù|¡øts tûïÏ%©!$# tbqè=yö7tƒ !$yJÎ/ ãNßg9s?#uä ª!$# `ÏB ¾Ï&Î#ôÒsù uqèd #ZŽöyz Nçl°; ( ö@t/ uqèd @ŽŸ° öNçl°; ( tbqè%§qsÜãy $tB (#qè=σr2 ¾ÏmÎ/ tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# 3 ¬!ur ß^ºuŽÏB ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur 3 ª!$#ur $oÿÏ3 tbqè=yJ÷ès? ׎Î6yz ÇÊÑÉÈ    
sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
5.      Tergesa-gesa
Al-qur’an menjelaskan dalam QS. Al-‘Isra’ ayat 11
äíôtƒur ß`»|¡RM}$# ÎhŽ¤³9$$Î/ ¼çnuä!%tæߊ ÎŽösƒø:$$Î/ ( tb%x.ur ß`»|¡RM}$# Zwqàftã ÇÊÊÈ  
dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.
6.      Keluh kesah
Al-Qur’an menjelaskan dalam QS. Al-Ma’arij ayat 19
* ¨bÎ) z`»|¡SM}$# t,Î=äz %·æqè=yd ÇÊÒÈ  
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
7.      Melawan atau ngeyel
Al-Qur’an menjelaskan Dalam QS. Al-khaf ayat 54:
ôs)s9ur $oYøù§Ž|À Îû #x»yd Èb#uäöà)ø9$# Ĩ$¨Z=Ï9 `ÏB Èe@à2 9@sWtB 4 tb%x.ur ß`»|¡RM}$# uŽsYò2r& &äóÓx« Zwyy` ÇÎÍÈ  
dan Sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.



 untuk menghilangakan sifat dasar manusia itu kita sebagai manusia disuruh beribadah kepada Allah dan menjadi orang yang beriman terhindar dari sifat yang buruk.












0 komentar: