Gambar Anjing yang Nurut

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

PRAKTIK PROFESI LAPANGAN (PPL) DI MADRASAH TSANAWIYAH NU NURUSSALAM BESITO GEBOG KUDUS TAHUN 2016/2017

Tugas Mata Kuliah Praktik Profesi Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus yang di laksanakan pada tanggal 25 Juli 2010 s/d 31 Agustus 2016 di MTs NU Nurussalam Gebog Kudus

Manfaat yang dapat diambil dari Silaturrahmi

manfaat yang dapat diambil dari silaturrahmi diantaranya yaitu dapat menumbuhkan rasa ...........

Wisata Pantai Bandengan Jepara

Pantai Bandengan sebagai tempat wisata di kota Jepara yang ramai dikunjungi oleh wisatawan Lokal.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 28 Mei 2016

Orang Miskin yang Beriman Akan Masuk Surga Lebih Dahulu Dari Orang Kaya

Kemiskinan bukan akhir dari segala-galnya, tanpa hartapun orang bisa hidup meski orang lain menganggapnya hina. Tak ada seorang pun yang menginginkan hidup miskin, semua orang pastilah ingin kaya. Namun jika semua orang di Dunia ini kaya semua, lalu siapa yang harus jadi bawahan? hidup di Dunia ini haruslah seiring dan sejalan. ada yang kuat dan ada yang lemah. dan ada yang kaya dan ada yang miskin, semuanya sudah diatur oleh yang maha kuasa.

gambar kemiskinan
Semua orang mempunyai takdirnya masing-masing. Ada yang hidupnya sukses dan ada yang hidupnya kurang beruntung sehingga ia harus hidup dalam kemiskinan. Oleh karena itu, sering kali mereka yang kurang beruntung dalam merubah taraf hidup, mendapatkan hinaan, cemoohan bahkan dijuluki sebagai gembel yang merusak pemandangan dan kebersihan kota. Namun di mata Allah mereka adalah orang-orang yang kelak masuk surga lebih dahulu dari pada orang kaya.
tapi tidak semua orang miskin mendapatkan kemuliaan di sisi Allah sebab yang dimaksud adalah orang miskin yang beriman, sabar dalam menghadapi cobaan dan senantiasa  menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Jika sekedar miskin saja tanpa harus beribadah kepada Allah, maka bukan surga yang ia dapatkan melainkan ia akan dimasukkan ke dalam neraka. sebab ia banyak melakukan tindakan kejahatan dan gemar melakukan perbuatan maksiat.
Banyak orang miskin yang masuk surga, ini telah dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya "Surga diperlihatkan kepadaku, maka aku lihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang yang fakir. Neraka juga diperlihatkan kepadaku, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.

Usamah meriwayatkan dari Nabi saw. bahwa beliau pernah bersabda: "Aku berdiri di Pintu surga, maka kebanyakan yang masuk surga adalah orang-orang yang miskin sedangkan orang-orang kaya masih tertahan. Selain penghuni Neraka, mereka telah diperintahkan masuk neraka. Dan aku berdiri di pintu neraka, maka kebanyakan yang masuk neraka adalah kaum wanita.

Hadits di atas menunjukkan bahwa orang miskin ternyata lebih banyak masuk surga namun tidak sedikit juga wanita dan orang miskin yang masuk neraka dikarenakan amal perbuatan yang mereka lakukan  selama hidup di dunia.

Abu sa'id berkata Rasulullah saw bersabda: "Hendaklah orang-orang mukmin yang fakir bergembira bahwa mereka akan memperoleh kebahagiaan di hari kiamat sebelum orang-orang yang kaya dengan jarak 500 tahun. mereka (orang-orang fakir) merasakan beberapa kenikmatan di surga sedang orang-orang kaya masih berada di hisab.

Ada pula yang mengatakan selisihnya 40 kali, musim rontok, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh ibnu amer ra. bahwa rasulullah saw pernah bersabda: Orang fakir kaum muhajirin akan mendahului orang-orang kaya masuk surga pada hari kaimat nanti dengan jarak waktu 40 kali musim rontok.

Meskipun demikian ada pula orang-orang kaya yang masuk surga lebih dahulu, orang kaya seperti ini tentunya memiliki  keistimewaan sendiri dihadapan Allah, seperti: Khadijah istri Rasulullah, Abu Bakar, dan utsman bin affan, mereka terkenal dengan konglomerat Quraisy saat itu.

Rabu, 25 Mei 2016

MAKALAH PERENCANAAN PENDIDIKAN DENGAN DINAMIKA PERKEMBANGAN MASYARAKAT



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa pendidikan dan dinamika perkembangan masyarakat adalah dua faktor yang saling mempengaruhi. Keduanya mempunyai timbal balik yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan dipengaruhi oleh dinamika perkembangan masyarakat, antara lain keadaan masyarakat yang selalu berubah. Faktor perkembangan masyarakat akan mempengaruhi strategi dalam perencanaan pendidikan. Pendidikan mempengaruhi kehidupan masyarakat dengan memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, budi pekerti dan kerohanian kepada anak didik secara langsung maupun tidak langsung akan menentukan dinamika dan perkembangan di kemudian hari.
Kegiatan pendidikan pada hakikatnya adalah pembangunan manusia dan pembangunan seluruh masyarakat yang maju dan berkepribadian luhur sesuai cita-cita pendiri bangsa. Pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan tidak berdiri sendiri, oleh karena itu perencanaan pendidikan perlu mengetahui aspek-aspek dinamika perkembangan masyarakat yang mempunyai hubungan dan peranan dalam pertumbuhan dan perubahan pendidilkan.
Korelasi antara pendidikan dengan dinamika perkembangan masyarakat akan berpengaruh juga dengan strategi perencanaan pendidikan. Oleh karena itu dalam maklah ini akan membahas tentang perencanaan pendidikan dengan dinamika perkembangan masyarakat.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu perencanaan pendidikan itu?
2.      Bagaimana dinamika perkembangan masyarakat?
3.      Apa Hubungan perencanaan pendidikan dengan Aspek soaial-kemasyarakatan?

BAB II
PEMBAHASAN
A.    PERENCANAAN PENDIDIKAN
Merencanakan pada dasarnya menentukan kegiatan yang hendak dilakukan pada masa depan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengatur berbagai sumber daya agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapakan. Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang di perlukan untuk mencapai tujuan itu seefesien mungkin. Dalam setiap perencanan selalu terdapat tiga kegiatan yang meskipun dapat dibedakan, tapi tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya dalam proses perencanaan.
Ketiga kegiatan itu adalah (1) perumusan tujuan yang ingin dicapai, (2) Pemilihan program untuk mencapai tujuan itu,(3) Identifikasi dan pengarahan sumber yang jumplahnya selalu terbatas. Perencanaan  merupakan tindakan menetapkan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, apa yang harus dikerjakan dan siapa yang mengerjakannya.[1]
Perencanaan membutuhkan data dan informasi agar keputusan yang diambil tidak lepas kaitannya dengan masalah yang dihadapi pada masa yang akan datang, di mana keputusan keputusan efektif dilaksanakan.
Itulah sebabnya berdasarkan kurun waktunya dikenal perencanaan tahunan atau rencana pendek (kurang dari lima tahun), rencana jangka menengah atau sedang (lima sampai sepuluh tahun) dan rencana jangka panjang (di atas sepuluh tahun). Dengan demikian, yang dimaksud dengan perencanaan pendidikan adalah keputusan yang diambil untuk melakukan tindakan selama waktu tertentu (sesuai jangka waktu perencanaan) agar menyelenggarakan sistem pendidikan menjadi lebih efektif serta menghasilkan lulusan yang lebih bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.[2]
Menurut coombs dalam buku perencanaan pendidikan merumuskan bahwa perencanaan pendidikan adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efesien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para murid serta masyarakatnya.
Menurut Y. Dor menyebutkan suatu proses persiapan serangkaian keputusan pada masa depan untuk pembangunan ekonomi dan sosial secara menyeluruh dari suatu negara. Jadi secara konsepsional bahwa perencanaan pendidikan sangat ditentukan oleh cara sifat dan proses pengambilan keputusan, sehingga terdapat banyak komponen yang ikut berproses di dalamnya.
Menurut Guruge dalam buku perencanaan pendidikan menjelaskan tentang perncanaan pendidikan adalah proses mempersiapkan kegiatan pada masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan sebagai tugas dari perencanaan pendidikan.
Menurut C.E. Beeby dama buku perencaan pendidkan mendefinisikan perencanaan pendidikan adalah kegiatan memandang ke depan dalam menentukan kebijaksanaan, prioritas, biaya, dan sistem pendidikan yang diarahkan pada kenyataan ekonomi dan politis, untuk mengembangkan sistem itu sendiri dan untuk kebutuhan negara serta murid-murid.
Afifudin  menarik kesimpulan dari berbagai pakar di atas bahwa perencanaan termasuk perencanaan pendidikan. Bukan hanya pola dasar, melainkan juga merupakan petunjuk dalam pengambilan keputusan tentang cara mencapai tujuan itu. Oleh karena itu, perencanaan pendidikan tidak terhenti pada saat tersusunnya dan disetujuinya rencana itu oleh mengambil keputusan, tetapi ertat hubungannya dengan saat implementasinya.[3]
B.     DINAMIKA PERKEMBANGAN MASYARAKAT
Dalam sejarah perkemabangan masyarakat mengalami suatu proses yang panjang yakni melalui “belajar”, “pendidikan” , dan “pengalaman” tersendiri berdasarkan zamannya. Mereka mungkin tidak bersekolah secara”formal” disekolah, tetapi mereka belajar melalui pengalaman. Proses belajar dan pendidikan yang dialami mereka dalam zaman yang berbeda tersebut telah menjadikan manusia mampu memenuhi kebutuhan. Menjalani kehidupan hingga memasuki zaman peradaban seperti sekarang ini.
Antara pendidikan dan perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kemajuan suatu masyarakat dan suatu bangsa sangat ditentukan pembangunan  sektor pendidikan  dalam penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sumber daya manusia bangsa indonesia ke depan tidak terlepas dari fungsi pendidikan nasional. Dalam pasal 3 undang-undang Replublik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Sistem Pendidikan Nasional dikatakan:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Program pendidikan didasarkan kepada tujuan umum pengajaran yang diturunkan dari tiga sumber: masyarakat, siswa, dan bidang  studi. Yang diturunkan dari masyarakat mencakup konsep luas seperti membentuk manusia, menjadikan masnuia pembangunan, manusia berkepribadian, manusia bertanggung jawab, dan sebagainya. Tujuan umum ini menyangkut pertimbangan filsafat dan etika yang diturunkan dari harapan masyarakat, seperti apa yang tercantum dalam falsafah bangsa, tujuan pendidikan nasional, sifat lembaga pendidikan, nilai-nilai kegamaan, idiologi, dan sebagainya.
Tujuan pendidikan, sebagaimana yang diungkapkan oleh A. Tresna Sastrawijaya, adalah mencakup kesiapan jabatan, ketrampilan memecahkan masalah, penggunaan waktu senggang secara membangun, dan sebagainya karena tiap siswa/anak mempunyai harapan yang berbeda. Sementara itu, tujuan pendidikan berkaitan dengan bidang studi dapat dinyatakan lebih spesifik. Misalnya dalam pelajaran bahasa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi secara mahir secara lesan dan tulisan. Tujuan pendidikan secara umum seperti ini menyangkut kemampuan luas yang akan membantu siswa untuk berpartisipasi dalam masyarakat.
S. Nasution menyatakan bahwa pada dasarnya setiap sekolah mendidik anak agar menjadi anggota masyarakat yang berguna. Namun, pendidikan di sekolah sering kurang relevan dengan kehidupan masyarakat. Kurikulum kebanyakan berpusat pada bidang studi yang tersusun secara logis dan sistematis yang tidak nyata hubungannya dengan kehidupan sehari-hari anak didik. Apa yang dipelajari anak didik tampaknya hanya memenuhi kebutuhan sekolah untuk ujian, bukan untuk membantu totalitas anak didik agar hidup lebih efektif dalam masyarakat.[4]
Sekolah juga banyak menggunakan masyarakat sebagai sumber pelajaran memberikan kesempatan luas dalam mengenal kehidupan masyarakat. Diharapakan agar anak didik dapat menyesuaikan diri dengan perkembangn masyarakat, lebih mengenal lingkungan sosial, dapat berinteraksi dengan orang lain dengan latar belakang rumah tangga yang berbeda, seperti: sosial-ekonomi, agama, budaya, dan etnis. Apa yang dipelajari di sekolah hendaknya berguna bagi kehidupan anak di masyarakat dan didasarkan atas masalah masalah masyarakat. Anak diharapkan pula lebih serasi dipersiapkan sebagai warga masyarakat.
Pendidikan memegang peran penting dalam membentuk dan menciptakan masyarakat sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya pendidikan, apa yag dicita-citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak didik sebagai generasi masa depan. Salah satu peranan pendidikan dalam masyarakat adalah dalam fungsi sosial, yakni sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan yang diharapakan masyarakat.
Sekolah dalam menanamkan nilai-nilai dan totalitas terhadap tatanan tradisional masyarakat berfungsi sebagai lembaga pelayanan sekolah untuk melakukan mekanisme kontrol sosial. Bertalian dengan proses konservasi nilai-nilai budaya daerah ini memiliki fungsi yakni sekolah sekolah digunakan sebagai salah satu lembaga masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional dari suatu masyarakat.[5]
C.    HUBUNGAN PERENCANAAN PENDIDIKAN DENGAN ASPEK SOSIAL-KEMASYARAKATAN
Ada hubungan yang signifikan antara perencanaan pendidikan dan berbagai aspek kehidupan, seperti: sosial, demografi, politik, dan ekonomi. Hal itu karena lembaga pendidikan adalah suatu sistem yang berhubungan dengan sistem lainnya.
Tanpa kerja sama dengan masyarakat, lembaga pendidikan kehilangan sebagai fungsinya. Lembaga pendidikan tidak lagi berfungsi sebagai penerang dan pembaharu masyarakat. Akibatnya, masyarakat tidak lagi memberi dukungan moral dan materil kepada lembaga pendidikan, dan ini berarti masyarakat kurang menghiraukan perkembangan putra putrinya. Hal tersebut pada akhirnya dapat merugikan kedua belah pihak. Oleh sebab itu, hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat perlu ditingkatkan.
Menurut Zakiyah Daradjat, masyarakat adalah sekumpulan Individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan negara, kebudayaan, dan agama. Setiap masyarakat memiliki cita-cita, peraturan, dan sistem kekuasaan tertentu. Sehigga apa pun yang berhubungan dengan masyarakat (sosial), ia akan saling memberikan pengaruh termasuk dalam pendidikan.
Kotler merumuskan proses hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat sebagai berikut:
1.      Mengidentifiksai manusia-manusia kunci di masyarakat
2.      Perhatian, angan-angan, dan pikiran mereka terhadap lembaga pendidikan dengan kontak-kontak secara kebetulan,
3.      Perumusan tujuan hubungan lembaga dengan masyarakat yang tepat dengan angan-angan dan pikiran mereka,
4.      Nilai efektivitas biaya program,
5.      Pengimplementasian dan nilai hasilnya.
Proses antar hubungan seperti ini ditunjukan untuk membuat progam tertentu yang sudah nyata dalam waktu yang telah ditentukan. Misalanya program latihan keterampilan tertentu bagi anak-anak putus sekolah, program pembinaan pendidikan keluarga, program pemanfaatan masyarakat sebagai lingkungan belajar lembaga pendidikan dan sebagainya.
      Dalam tulisan Made pidarta, bentuk antar hubungan dapat dilaksanakan sebagai berikut:
1.       Rencanakan hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat dan monitor hubungan itu dilakukan oleh semua tim. Tim tersebut hendaklah terdiri dari wakil-wakil pengajar, orang tua, dan siswa/mahasiswa.
2.      Motivasi personalia sekolah berpartisipasi untuk mewujudkan kemajuan bagi para siswa/mahasiswa. Adakan pertemuan-pertemuan dengan para personalia itu dan ajak mereka berpartisipasi dan bergotong royong melaksanakan tugas bersama.
3.      Motivasi para orang tua/masyarakat untuk berpartisipasi dalam program hubungan dengan lembaga pendidikan dan menyarankan kepada mereka untuk ikut mengambil keputusan.
4.      Melibatkan para orang tua dalam perencanaan pendidikan putra-putri mereka dalam memonitor kemajuan putra-putri mereka.
5.      Melibatkan para orang tua dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan kelakuan baik di rumah maupun dalam lembaga. Misalnya: kenakalan remaja, malas belajar, dan narkotika/minuman keras.
6.      Beri dorongan kepada orang tua agar ikut mendidik putra-putri mereka, seperti: belajar, masuk sekolah, berperiau yang baik dan sebagainya.
7.      Melaporkan kemajuan siswa/mahasiswa kepada orang tua secara teratur dan bermakna.
Bentuk komunikasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat bersifat saling melengkapi. Lembaga pendidikan tidak bersaing dengan masyarakat untuk memperlihatkan kepentingannya dan tidak pula bermaksud mengontrol dengan ilmu dan pengetahuannya yang berlimpah. Sebaliknya, masyarakat pun mengontrol pendidikan dengan anggapan lembaga pendidikan menyembunyikan sesuatu.
Hubungan yang baik antara lembaga pendidikan dengan masyarakat didasarkan dengan komunikasi yang lancar, yang membawa peluang yang besar kepada para perencana untuk melaksanakan perannya. Suatu perencanaan yang dikerjakan bersama antara lembaga pendidikan dengan orangtua siswa serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya yang berminat terhadap pendidikan.[6]
  









BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang di perlukan untuk mencapai tujuan itu seefesien mungkin. Sedangkan, perencanaan pendidikan adalah keputusan yang diambil untuk melakukan tindakan selama waktu tertentu (sesuai jangka waktu perencanaan) agar menyelenggarakan sistem pendidikan menjadi lebih efektif serta menghasilkan lulusan yang lebih bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
pendidikan dan perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kemajuan suatu masyarakat dan suatu bangsa sangat ditentukan pembangunan  sektor pendidikan  dalam penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan perkembangan zaman.
B.   SARAN
Dari penjelasan kami di atas kami menyadari masih banyak hal yang belum terselesaikan dalam makalah ini. Kami menyadari akan keterbatasan dan kekurangan baik dalam penulisan, pemahaman, dan sumber rujukan. Oleh karena itu, kami berharap semoga hal-hal yang belum terselesaikan dalam makalah ini dapat diselesaikan oleh pemakalah lain dan kami membuka kritik dan saran yang sifatnya membangun.








DAFTAR PUSTAKA
Ustman, A. H. Khahar dan Nadhirin. Perencanaan Pendidikan. Buku Daros. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus. 2008.
Sarbini dan Neneng Lina. Perencanaan pendidikan. CV Pustaka Setia. Bandung. 2011
Idi, H. Abdullah. Sosiologi Pendidikan. PT. RajaGrafindo Persada. Depok. 2013


[1] A.H. Khahar Ustman dan Nadhirin, Perencanaan Pendidikan, Buku Daros, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus, 2008, hlm.1
[2] Ibid., hlm. 2
[3] Sarbini dan Neneng Lina, Perencanaan pendidikan, CV Pustaka Setia, Bandung, Cetakan 1, 2011, hlm. 28
[4] H. Abdullah Idi, Sosiologi Pendidikan, PT. RajaGrafindo Persada, Depok, cetakan ke 3, 2013, hlm. 59-61
[5] Ibid., hlm. 69
[6] Sarbini dan Neneng Lina, Op. Cit., hlm. 199-202

Selasa, 24 Mei 2016

Surga Adalah Suatu Tempat yang Penuh Macam-macam Kebahagiaan dan kesenangan

Surga adalah suatu tempat yang penuh dengan macam kebahagiaan, Kesenangan, Kemegahan, Kelezatan, dan kenikmatan, yang disediakan Allah buat hamba-Nya yang bertakwa dan beramal saleh, tanpa ada yang mengurangi dan mengusik kesuciannya berbagai kenikmatan, kemewahan, dan kelezatan surga itu belum pernah terlihat mata, terdengar telinga bahkan belum pernah terlintas dalam hati sekali pun, sebab pikiran kita belum mampu untuk memahami berapa besarnya rakhmat yang disediakan Allah tersebut.
Ketahuilah! Bahwa kenikmatan yang disediakan Allah swt di surga jauh lebih besar dari kesenangan yang kita peroleh di Dunia. Kenikmatan Dunia tidak ada artinya bila dibandingkan dengan kenikmatan yang akan kita peroleh di surga nanti.
Dalam kitab Daqa'iqul Akhbar disebutkan bahwa kemewahan dan keindahan surga itu tidak bisa dilukiskan oleh akal manusia. Bisa dibayangkan jika bahan bangunannya saja terbuat dari intan permata. Tanahnya dari misik. Krikilnya dari mutiara dan selalu harum semerbak aroma di dalamnya.
Syekh Imam Abdurrahman bin Ahmad Al-Qadli menggambarkan keindahan rumah di Surga sebagai berikut: Di Surga setiap rumah terdapat 70 ranjang, diatas setiap ranjang terdapat 70 tikar, di setiap tikar ada seorang bidadari. Bidadari ini memakai 70 pakaian yang terlihat sumsum betisnya karena halus dan tipisnya pakaian yang dikenakannya. Kalau sekiranya satu rambut dari rambut wanita surga jatuh ke bumi, maka rambut tersebut akan menerangi penduduk bumi.
gambar khayalan surga
Masuknya seseorang ke dalam surga dan terbebasnya di dari azab neraka adalah sesuai dengan kehendak dan penilaian Allah swt. maka jika ia masuk surga merupakan suatu kemenangan dan keberuntungan besar dalam hidupnya.
Sebagaimana Firman Allah yang memiliki arti bahwa: "Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS. Ali-Imran: 185)
Tidak diraguakan lagi bahwa kebahagiaan orang-orang mukmin tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata manakala mereka secara berombongan diantarkan oleh para malaikat ke surga yang penuh rahmat. ketika mereka di surga pintu-pintunya akan dibukakan untuk mereka dan mereka disambut oleh para malaikat yang ramah dengan mengucapkan salam atas kedatangan mereka karena keberhasilan mereka dalam menghadapi begitu banyak kesukaran dan cobaan yang berat.
Dengan kata lain, kata-kata pikiran dan amal perbuatan engkau selama di Dunia ini semuanya benar dan baik sehingga hati dan jiwa engkau menjadi suci dan bersih. Maka untuk itu engkau berhak dipanggil masuk surga (menjadi penghuni surga)
Diriwayatkan oleh usamah bin zaid : Rasulullah saw telah bersabda kepada para sahabatnya: "Ingatlah! adakah yang menyingsingkan bajunya giat berusaha memperoleh surga? sesungguhnya kenikmatan surga tidak pernah terlintas dalam hati. Demi Tuhannya ka'bah. Di Surga ada nur yang bersinar, weweangian yang harum semerbak, istana yang tinggi, sungai-sungai yang mengalir, buah-buahan yang banyak serta matang. Istri-istri yang cantikjelita yang berada di taman. kenikmatan yang tetap dan Abadi. bersinar di rumah yang tinggi serta bercahaya  dalam keselamatan. yang tetap dalam keselamatan. lantas para sahabat berkata : "Kami adalah orang yang berusaha untuk mencari surga Ya Rasulullah". Kemudian beliau bersabda : "ucapan kalian, semoga Allah menghendaki". Kemudian beliau menyebutkan jihad dan menganjurkan untuk berjihat.

Anas ra meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda:"setiap kenikmatan akan hilang, kecuali ahli surga. setiap kesusahan akan berakhir itu akan berakhir. kecuali kesusahannya penghuni Neraka."  

Jumat, 20 Mei 2016

banyak manfaat yang dapat diambil dari silaturrahmi

Allah swt sangat menyukai orang-orang yang senantiasa menyumbang silaturrahmi dengan orang lai terutama terhadap sanak famili atau kerabat yang memusuhinya. Tak semua orang bisa menjaga hubungan silaturrahmi, terkadang dibutuhkan waktu yang cukup lama, terlebih-lebih jika terjadi perselisihan antar keluarga, maka silaturrahmi pun jarang mereka lakukan. mungkin karena masih tersakiti hatinya hingga untuk melangkahkan kakinya saja terasa berat.

Ada banyak manfaat yang dapat diambil dari silaturrahmi diantaranya yaitu dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap keluarga, memperpanjang umur, mempererat tali persaudaraan, terhindar dari kematian yang buruk, dilapangkan rizkinya dan dicintai Allah sebab Allah sangat menyukai orang-orang yang senantiasa menyambung silaturrahmi dengan orang lain. jika kita tahu keuntungan yang terdapat dalam silaturrahmi tentunya setiap orang pasti tidak akan menyia-nyiakan, terlebih-lebih dalam hal mengnjungi.

silaturrahmi adalah usaha pendekatan hubungan seseorang dengan orang lain. silaturrahmi merupakan tindakan mulia dan disenangi oleh Allah sehingga oleh rasul telah dijadikan ukuran untuk menilai kebenaran iman seseorang. orang tua pun mempunyai hak untuk dikunjungi anak-anaknya. kunjungan seorang anak dapat mengobati kerinduan dihati.
Allah swt berfirman yang artinya: " Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan keluarga? mereka itu orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan_Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka."(QS. Muhammad: 22-23)
Allah swt berfirman: "Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk(jahannam)." (QS. Ar-Ra'd: 25) 
kedua firman Allah di atas menjelaskan tentang ganjaran orang-orang yang sengaja memutuskan silaturrahmi dengan keluarganya. Ancaman Allah ini tidak hanya di Akhirat saja tapi di dunia pun ia telah memperlihatkan akibat-akibat yang harus mereka tanggung.
Bukhari dan Muslim meriwayatkan:"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ia hendaklah memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik, atau diam." Bzzar dan Baihaqi juga meriwayatkan: "Barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya dan diakhirkan (diperpanjang) ajalnya, maka hendakalah ia menyambung silaturahimnya (kerabatnya).
mengetahui dosa dan azab yang ditimbulkan terhadap orang yang memutuskan sillaturahim hendaklah tidak dilakukan sebab itu dapat merugikan dirimu sendiri. Rasulullah saw telah bersabda: "Tidak ada dosa yang lebih patut dan lebih berhak untuk disegarkan azabnya selain dari pada perbuatan lacur dan memutuskan hubungan silaturrahim.

Minggu, 15 Mei 2016

Orang yang pertama kali masuk surga adalah orang yang bersyukur

mensyukuri keadaan


pada zaman sekarang banyak sekali orang mendapatkan kenikmatan bahkan bisa dibilang melebihi orang-orang disekitarnya. Hidup mewah dengan bergelimpangan harta layaknya surga dunia yang tak pernah surut. Namun dari sekian banyak orang hanya sebagian kecil saja yang mensyukuri atas nikmat yang mereka peroleh.

sabar dan syukur adalah satu hal yang saling berkaitan. tanpa adanya kesabaran dalam menghadapi kesulitan hidupnya, ia tak mungkin dapat bersyukur kepada Allah. Orang yang senantiasa bersyukur dan memuji kepada Allah, tidak akan pernah mengeluh dan merintih.

Rasulullah saw. bersabda: "orang yang pertama kali dipanggil masuk surga adalah orang yang memuji, yaitu orang yang memuji kepada Allah, baik dalam keadaan bahagia maupun susah".

mendapatkan kenikmatan dari Allah adalah sesuatu yang patut disyukuri walaupun iu besar maupun kecil nikmat itu. jika seseorang memberikan kenikmatan/sesuatu kepadamu. pada dasarnya ia digerakkan oleh Allah. Oleh karena itu syukur atas nikmat itu harus ditunjukkan kepada Allah. Kalau engkau memahaminya berarti engkau telah mengenal Allah dan kehendaknya berarti engkau menjadi orang yang bertauhid dan menjadi bersyukur kepada Allah
Allah swt berfirman yang artinya: "Karena itu ingatlah kepada-Ku, niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaku dan janganlah kamu mengingkari nikmatku." (QS. Al-Baqarah: 152)
maksudnya setiap kali engkau diberikan kenikmatan entah itu berupa rizqi atau sesuatu yang membuatmu merasa nyaman dan bahagia, maka jangan lupa ucapkan rasa syukur itu dengan memuji nama Allah seperti "Alhamdulillah..................." jika engkau melakukannya maka Allah akan senantiasa ingat kepadamu setiap kali engkau mengalami kesusahan. Tapi jika engkau ingkar atas nikmat yang diberikan-Nya maka Allah senantiasa jauh darimu.
Allah memberikan karunia kenikmatan kepada kita tidaklah memiliki tujuan untuk dipuji atau disyukuri. bukan seperti raja yang memberi hadiah agar ia disanjung dan dipuji hingga namanya tenar. Allah berbeda sekali dengan raja. Allah tidak butuh dipuji, namun hendaknya sebagai hamba memuji dan bersyukur kepada Allah.

shalat merupakan sarana komusikasi dengan Allah

Orang-orang yang selalu dirindukan oleh penghuni surga adalah orang yang senantiasa menjalankan sholat dengan tekun tanpa ada rasa keterpaksaan atau mengharapkan pujian dari orang lain. Pada zaman sekarang jarang sekali orang yang melaksanakan sholatnya dengan khusyu' dan tekun Terkadang mereka disibukkan dengan kerjaannya yang begitu banyak menyita waktunya sampai-sampai waktu beribadah pun tidak sempat ia lakukan.
ketekunan seseorang dalam menjalankan shalat biasanya diiringi dengan hati dan niat yang tulus, keduanya selalu seiring dan sejalan. kehidupan di dunia senantiasa memberikan suguhan yang membuat manusia tergiur dan ingin selalu mengejar bahkan menggapainya. tak heran jika sekarang ini, jarang sekali kita melihat orang yang tekun ibadahnya. Jika hatinya tidak bersih dan selalu memikirkan urusan dunia maka shalatnya tidak akan Khusyu'. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. berbunyi: "Allah tidak akan memandang sholatnya seseorang jika di dalam shalatnya itu tidak menghadirkan hatinya bersama dengan tubuhnya." Maksudnya ketika melakukan shalat hendaknya engkau menyeimbangkan antara hati dan gerakan dalam shalatmu, maka Allah akan mudah menerima Shalatmu.
Shalat merupakan sarana komunikasi antara seseorang hamba dengan Allah . Jika seseorang tekun menjalankannya, maka Allah akan membalas pahala yang luar biasa yakni surga. Untuk menghadap Allah melalui shalat. Maka kita harus bersuci dari hadast maupun Najis. sebab orang shalat, ia seakan-akan menghadap Allah secara langsung. oleh karena itu sangat tidak sopan jika kita menghadap raja dalam keadaan kotor.

Sungguh beruntung orang-orang yang melakukan salat dengan tekun sebab di akhirat kelak ia akan tertolong dari segala siksaan dan timbangan yang memberatkannya sebagaimana Rasulullah saw. bersabda: "Allah tidak akan melihat seorang hamba yang tidak meluruskan atau menegakkan tulang pu

orang yang sedang mengerjakan sholat

nggungnya antara ruku' sujudnya". Nabi saw bersabda: "Orang yang shalat tepat waktu menyempurnakan wudhunya , menyempurnakan ruku', sujud, dan kekhusu'annya, maka shalat itu diangkat naik dalam keadaan putih bersinar. Ia (Shalat) berkata: "Semoga Allah memelihara Anda, sebagaimana Anda memelihara Aku. "sementara orang yang menunaikan shalat dengan tidak tepat waktu, tidak menyempurnakan ruku dan sujud serta kekhusu'annya maka shalat itu diangkat naik dalam kondisi hitam kelam. ia (Shalat) berkata: "Semoga Allah menyianyiakan Anda, sebagimana Anda menyia-nyikan aku. sehingga ketika shalat itu sampai pada tempat yang dikehendaki Allah, ia menjadi bagaikan pakaian usang yang tak terlipat, lalu dilemparkan pada wajahnya.
      Allah berfirman: "Sesungguhnya beruntunglah orang-rang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya" (QS. Al-Mu'minun: 1-2)
     mengenai diterima shalat orang yang bertakwa, Allah swt. berfirman: "Sesungguhnya Allah hanya menerima shalat dari orang-orang yang bertakwa."(QS. Al-Maidah:27)