Kamis, 05 Mei 2016

5 TIPS MENJADIKAN ANAK SENANG BELAJAR

Pada prinsipnya, anak sejak dilahirkan di dunia sudah melakukan proses belajar. ketika anak ingin tahu tentang macam warna, nama tempat. mengenal orang , dan lain-lain. maka itulah yang disebut proses belajar. tapi mengapa proses belajar di bangku sekolah seakan menjadi sesuatu yang sangat menakutkan. belajar menjadi sesuatu yang dihindari, dijauhi, bahkan dimusuhi. hal itu terjadi karena belajar di asosiasikan dengan pemaksaan. kondisi tersebut tentu akan menghambat proses belajar dan perkembangan psikososial anak.

1. MENGENAL GAYA BELAJAR ANAK
orang tua perlu tahu gaya belajar anak sehingga proses belajar akan jadi sangat menyenangkan. Ada anak yang mudah menerima pelajaran dengan pendengaran (auditori), tapi ada anak yang mudah memahami pelajaran dengan melihat (visual), selain itu, ada pula anak yang lebih mudah dengan praktik langsung apa yang didengarkan atau dilihat (Kinestetik).  kalau orang tua menyuruh anak belajar tidak sesuai dengan gaya yang tak sesuai tipenya, maka anak tidak akan mampu menyerap pelajaran secara maksimal.
2. MENDAMPINGI ANAK MENGULANG PELAJARAN
mengajari agar anak mampu belajar mandiri bukan berarti orang tua melepas dan tidak mengontrol materi pelajaran anak, tapi mengajari anak belajar mandiri. Orang tua berperan sebagai orang yang mendorong dari belakang ketika anak macet dan orang yang memberi obor atau pencerahan ketika anak mengalami kesulitan. orang tua selalu melakukan pendampingan secara kontinyu termasuk ketika anak ingin mengulang pelajaran.
Di tengah kesibukan orang tua bekerja, luangkan waktu untuk mendampingi anak dalam mengulang pelajaran. tidak semua anak mampu memahami dan mengingat semua yang disampaikan gurunya di kelas. peran orang tua sangat penting mendampingi anak agar tetap bisa berprestasi.
3. MENANYAKAN KESULITAN BELAJAR ANAK
Untuk mengetahui tingkat perkembangan anak orang tua perlu memantau hasil belajar anak setiap hari. kalau anak mendaatkan nilai yang bagus , maka berilah apresiasi dan kalau ternyata hasil ulangan anak mendapat nilai di bawah standar. janganlah memarahi anak. orang tua justru memberi motivasi dan menanyakan kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapi. Jika kesulitan belajar anak tidak bisa di atasi oleh orang tua, maka bantuan orang lain sangat dibutuhkan.
4. MENGAJARI ANAK DISIPLIN DALAM BELAJAR
Disiplin berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan kecenderungan anak untuk memperoleh sesuatu dengan serangkaian peraturan yang dibutuhkan oleh lingkungan. ada yang berasumsi bahwa disiplin akan membatasi kreativitas anak untuk mengeksplorasi seluruh potensinya. asumsi ini tentu terlalu berlebihan karena pada prinsipnya disiplin itu mempunyai tujuan untuk memberikan kebebasan sesuai standar kemampuan anak.
Dalam perkembangan pemahaman orang tua, kata disiplin sering berkonotasi negatif. padahal disiplin itu berasal dari bahasa latin, Discipulus, yang artinya "pembelajar". jadi disiplin selalu berkaitan dengan proses pembelajaran. Proses Pendisiplinan melibatkan kesadaran anak sehingga dia paham akan batas-batas terlarang.
5. MENYEDIAKAN BANYAK BUKU PELAJARAN
Buku mempunyai pengaruh yang culup besar untuk perkembangan minat belajar anak. beragam buku yang tersedia di rumah mempunyai pengaruh positif terhadap peningkatan belajar anak. Penelitian yang dilakukan di Nevada University dilatar belakangi oleh rendahnya minat baca di sekolah. guru cenderung mengabaikan pentingnya baca buku dan beralih ke lembar kerja siswa (LKS) demi mengejar target lulus ujian. Padahal, efek membaca terhadap terhadap minat belajar cukup signifikan. Beberapa penelitian membuktikan, anak yang sejak kecil banyak membaca cenderung akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

0 komentar: