Minggu, 24 Juli 2016

Kita dilarang melakukan Praktek Perdukunan dan bertanya kepada Dukun serta akibat pratek perdukunan

gambar seorang Dukun

Kita dilarang melakukan praktik perdukunan karena semua praktik mengandung kesirikan dan merusak akhidah, antara lain sebagai berikut:
1. "Kahanah" (Perdukunan)
Dahulu kala, sebelum diutusnya Nabi Muhammad  Salallahu Alaihi wassallam, para dukun mencari tahu hal-hal ghaib melalui setan (jin) yang mencuri dengar dari langit. tetapi ketika langit telah dijaga dengan syihab (pelempar setan) seperti firman Allah yang artinya: "Sesungguhnya kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala." (QS. Al-Mulk: 5)
Semenjak diutusnya Nabi Muhammad, para dukun itu akhirnya mendapat informasi dari jin-jin sebesar pengetahuan jin itu saja, tidak lagi dari langit. Dengan kabar yang diterimanya dari jin itu para dukun mengabarkan mengabarkan kepada orang-orang bodoh. lalu mereka mengira bahwa itu merupakan karamah (keluar bisaan yang diberiakan oleh Allah kepada para wali-Nya). Dan mereka menyangka bahwa para dukun itu wali Allah. Akhirnya mereka selalu membenarkan apa yang dikatakannya, padahal itu sangat membahayakan  agama dan dunianya. Allah berfirman: "Dan Ingatlah hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): "Hai golongan Jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia", Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhan-Mu Maha bijaksana lagi maha mengetahui. (Al-An'am: 128).
kesenangan manusia berteman dengan jin karena jin membantu mencukupi berbagai kebutuhannya. Sebaliknya, kesenangan jin berteman dengan manusia karena ia mendapatkan pengagungan dari manusia. serta makanan yang menyenangkan (sesaji). Perdukunan berpengaruh kepada agama, karena ia mendakwahkan dirinya mengetahui hal-hal gaib. Padahal masalah-masalah hanya Allah yang mengetahui. Di samping juga karena perdukunan berdasarkan wasilah-wasilah (perantara) kemusyrikan, seperti penggunaan jin. Secara umum, hukum perdukunan adalah kafir. Termasuk didalamnya mempercayai perdukunan tersebut. Yakni mempercayai dibolehkannya wasilah-wasilah kepada jin dan syaitan.
2. Irafah (Meramal)
"Apakah "Irafah" (Meramal) Itu? Dan apa Pula hukumnya?" Rasulullah saw. memperingatkan kepada kita agar kita tidak mendatangi orang pintar dan dukun apalagi membenarkannya seperti dalam hadist : "Dari sebagian  Istri-istri Nabi saw, nabi saw bersabda: "Siapa saja mendatangi tukang ramal/orang pintar atau dukun lalu ia bertanya tentang sesuatu kemudian ia mempercayai maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari." (HR. Muslim) 


Dari Abu Hurairoah RA. Nabi saw bersabda: "siapa saja yang mendatangi orang pintar atau dukun lalu mempercayai apa yang dilakukannya maka dia telah ingkar(Kafir) dengan apa yang telah diturunkan atas nabi Muhammad saw." (HR. Abu Dawud)
3. Akibat Praktik perdukunan
Diantara pengaruh dan akibat praktik perdukunan yaitu:
a. Hilangnya iman atau minimal iman itu menjadi lemah.
b. Mengingkari terhadap apa yang diturunakan oleh Allah melalui nabi Muhammad saw yaitu Al-Qur'an.
c. Amal kebaikannya tidak berpahala, pembalasan dari perbuatan maksiat yang ia lakukan.
d. Timbulnya keraguan-raguan dikalangan umat islam dan keluarga sehingga menimbulkan perpecahan dan saling membenci. dikarenakan dukun tidak pernah berbicara baik dan benar oleh karena itu dukun selalu mencela orang lain, sehingga terjadi perpecahan dan saling membenci.
e. membelanjakan harta tidak pada tempatnya. sebab haram hukumnya membelanjakan harta untuk kepentingan perdukunan atau yang semisalanya.
f. Ketergantungan orang awam kepada jalan-jalan yang dilarang agama. meraka lebih senang bertanya kepada dukun dari pada melakukan ikhtiar yang dibenarkan syariat.
g. Hancurnya rumah tangga yang berakhir pada perceraian. hal ini misalanya karena si dukun mengabarkan kepada suami apa yang telah dilakukan  si Istri, baik itu kabar benar atau bohong yang pada akhirnya menyebabkan perceraian atau minimal menggoncangkan ketenangan kehidupan rumah tangga.
h. jatuh dalam perbuatan syirik.

Kita dilarang melakukan Praktek Perdukunan dan bertanya kepada Dukun serta akibat pratek perdukunan diambil dari buku Aqidah dan fiqih Aktual karangan H.A.Sukris Sarmadi, S.Ag. MH , penerbit Aswaja persindo. cetakan ke 2 tahun 2012.

0 komentar: