Minggu, 15 Mei 2016

Orang yang pertama kali masuk surga adalah orang yang bersyukur

mensyukuri keadaan


pada zaman sekarang banyak sekali orang mendapatkan kenikmatan bahkan bisa dibilang melebihi orang-orang disekitarnya. Hidup mewah dengan bergelimpangan harta layaknya surga dunia yang tak pernah surut. Namun dari sekian banyak orang hanya sebagian kecil saja yang mensyukuri atas nikmat yang mereka peroleh.

sabar dan syukur adalah satu hal yang saling berkaitan. tanpa adanya kesabaran dalam menghadapi kesulitan hidupnya, ia tak mungkin dapat bersyukur kepada Allah. Orang yang senantiasa bersyukur dan memuji kepada Allah, tidak akan pernah mengeluh dan merintih.

Rasulullah saw. bersabda: "orang yang pertama kali dipanggil masuk surga adalah orang yang memuji, yaitu orang yang memuji kepada Allah, baik dalam keadaan bahagia maupun susah".

mendapatkan kenikmatan dari Allah adalah sesuatu yang patut disyukuri walaupun iu besar maupun kecil nikmat itu. jika seseorang memberikan kenikmatan/sesuatu kepadamu. pada dasarnya ia digerakkan oleh Allah. Oleh karena itu syukur atas nikmat itu harus ditunjukkan kepada Allah. Kalau engkau memahaminya berarti engkau telah mengenal Allah dan kehendaknya berarti engkau menjadi orang yang bertauhid dan menjadi bersyukur kepada Allah
Allah swt berfirman yang artinya: "Karena itu ingatlah kepada-Ku, niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaku dan janganlah kamu mengingkari nikmatku." (QS. Al-Baqarah: 152)
maksudnya setiap kali engkau diberikan kenikmatan entah itu berupa rizqi atau sesuatu yang membuatmu merasa nyaman dan bahagia, maka jangan lupa ucapkan rasa syukur itu dengan memuji nama Allah seperti "Alhamdulillah..................." jika engkau melakukannya maka Allah akan senantiasa ingat kepadamu setiap kali engkau mengalami kesusahan. Tapi jika engkau ingkar atas nikmat yang diberikan-Nya maka Allah senantiasa jauh darimu.
Allah memberikan karunia kenikmatan kepada kita tidaklah memiliki tujuan untuk dipuji atau disyukuri. bukan seperti raja yang memberi hadiah agar ia disanjung dan dipuji hingga namanya tenar. Allah berbeda sekali dengan raja. Allah tidak butuh dipuji, namun hendaknya sebagai hamba memuji dan bersyukur kepada Allah.

0 komentar: